RMP Bali Sinkronkan Data ePusluh dan KSA di BPP Payangan & Gianyar
Gianyar, 14 April 2026 - Kelompencapir Digital/KCD (Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa Digital) adalah kelompok komunikasi berbasis WhatsApp yang dibentuk untuk menjadi sarana pertukaran informasi antara pemerintah dan pelaku usaha pertanian. Kegiatan koordinasi ini dilakukan dalam upaya melakukan pendekatan untuk meningkatkan jumlah keanggotaan WAG KCD 05, dari 6 (enam) orang penyuluh di BPP Payangan dan 7 (tujuh) orang penyuluh di BPP Gianyar.
Koordinasi KCD dilaksanakan di BPP Kecamatan Payangan yang dihadiri oleh BRMP Bali, Penyuluh Pertanian Provinsi Bali, Koordinator BPP Payangan dan PPL wilayah Binaan se Kecamatan Payangan. Sedangkan di BPP Kecamatan Gianyar dihadiri oleh BBRMP Bali, Penyuluh Pertanian Provinsi Bali, Katimker Kabuapten Gianyar, Koordinator BPP Gianyar dan PPL wilayah Binaan se Kecamatan Gianyar.
Penyuluh Pertanian Provinsi Bali yang mewilayahi Kabupaten Gianyar, I Gusti Ayu Putu Mariani, S.TP menyampaikan arahan terkait dengan pentingnya mempunyai data base di BPP terutama potensi areal wilayah, SDM maupun sarana dan prasarana wilayah di WKBPP. Adapun data base ini dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam penyusunan program, baik dalam hal permohonan bantuan, persiapan jika ada permintaan data serta peningkatan efisiensi dan efektivitas serta mempermudah akses informasi oleh banyak pengguna secara bersamaan.
Koordinator BPP Kecamatan Payangan, I Ketut Suwana, S.TP., mengawali dengan menyampaikan kondisi bahwa dari 6 orang penyuluh di BPP Payangan, jumlah anggota WAG paling banyak 24 orang dan paling sedikit 5 orang. Sedangkan dari 7 orang penyuluh di BPP Gianyar jumlah anggota WAG tertinggi sebanyak 42 orang dan terendah 11 orang. Kendala yang dihadapi, antara lain tidak semua petani mempunyai smartphone, terdapat anggota dimasukkan tetapi keluar lagi.
Sementara itu pembahasan terkait perbedaan data luas panen Triwulan I antara data e-pusluh dengan data KSA, saat ini sedang dilakukan kroscek dengan memperhatikan capaian luas tanam periode September – Desember 2025 serta pengumpulan evidence dokumentasi tanam dan panen di masing-masing Subak atau WKPP.
Penyuluh Pertanian BRMP Bali, Agung Prijanto, SP memberikan solusi terkait kendala yang dihadapi dalam upaya meningkatkan jumlah anggota WAG KCD sebelum menginvite dalam group agar dilakukan pendekatan, penyampaian maksud dan tujuan dibentuknya WAG tersebut dan mohon bantuan untuk tetap menjadi anggota group agar dapat menerima informasi yang di teruskan.
Sedangkan untuk perbedaan data tanam dan data panen epusluh dengan data dari KSA, agar katimker bersama koordinator BPP dan penyuluh wilbin Gianyar untuk melengkapi evidence berupa foto tanam dan foto panen untuk bulan Januari sampai dengan Maret untuk bukti dukung sebagai justifikasi. Disampaikan pula dalam pengajuan bantuan agar dilakukan perankingan secara sistematis berdasarkan skala prioritas dengan benar-benar memperhatikan kesesuaian potensi wilayah.
Dengan adanya koordinasi ini diharapkan anggota WAG KCD 05 bisa bertambah agar informasi yang dideraskan dapat diterima dan tersampaikan lebih luas. Terkait perbedaan data tanam dan data panen antara epusluh dan data KSA dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
(IGA Mariani n Tim Gianyar)